KAMU PERLU TAMPIL BEDA

propolis bioraja

Kecepatan perkecambahan biji kacang hijau

Posted by Dosso Sang Isahi On 9 comments

Kali ini saya mau sharing tentang praktikum untuk melihat kecepatan perkecambahan biji kacang hijau. Misalnya praktikumnya seperti ini.

Alat dan bahan

Kita asumsikan secara singkat, kira-kira inilah alat dan bahan yang diperlukan:

  • biji kacang hijau
  • kapas
  • air
  • wadah
  • mistar / penggaris
  • pensil / pulpen

Cara kerja

Cara kerja ini hanya sebagai contoh. Bisa saja cara kerja yang diberikan gurumu berbeda, bergantung pada tujuan percobaan.

  1. Pilihlah 5 biji kacang hijau yang kira2 memiliki bentuk dan ukuran yang sama
  2. Ambillah sejumlah kapas dan bagilah menjadi lima bagian yang kira-kira sama, dan tempatkan dalam suatu wadah yang terbuka.
  3. Basahi semua kapas tersebut dengan air secukupnya. Usahakan jumlah air yang digunakan untuk membasahi kapas volumenya sama.
  4. Tempatkan di atas kapas tersebut masing-masing satu biji kacang hijau.
  5. Letakkan di tempat yang aman dan cukup memperoleh udara.
  6. Amatilah perkecambahan yang terjadi, dan catatlah setiap hari pertambahan panjang kecambah pada interval waktu yang sama.

Nantinya perkecambahan yang terjadi mirip seperti foto berikut ini, urut mulai hari pertama hingga hari ke tujuh.

Analisa Data

Tabel berikut adalah data perkecambahan yang telah dicatat selama 7 hari.

Perhatikan warna biru, itu adalah rata-rata panjang kecambah setiap hari. Sedangkan warna merah, adalah pertambahan panjang kecambah setiap hari. Semoga gak bingung.

Jika dibuat grafiknya, kira-kira seperti ini:


Grafik rata-rata pertumbuhan/perkecambahan biji kacang hijau selama 7 hari


Grafik rata-rata pertambahan panjang per hari pada perkecambahan biji kacang hijau selama 7 hari

Nah, dari tabel dan grafik yang sudah dibuat gampang dilihat kira-kira pada hari ke berapa pertumbuhan yang paling cepat.

Biasanya pada sesion terakhir ini kamu harus menjawab  pertanyaan yang berkaitan dengan praktikumnya.

Contoh praktikum di atas hanyalah mengamati proses perkecambahan biji kacang hijau. Praktikkum bab terkait ini bisa saja mengamati perbedaan pertumbuhan jika ditempatkan di tempat terang dan di tempat gelap, atau mengamati perbedaan pertumbuhan karena perbedaan media atau air yang digunakan, dan lain-lain.

Kalau kamu pas lagi praktikum semacam itu dan perlu bantuan langsung ke kolom komentar saja. Tuliskan pingin dibantu apa, dan saya akan bantu secepatnya Smile

BACA INI

Mengamati sel epithelium pipi manusia

Posted by Dosso Sang Isahi On 8 comments

Tujuan

Mengamati sel epithelium mukosa pipi manusia.

Alat dan Bahan

  1. Cotton budd/spatula
  2. Mikroskop, kaca preparat, kaca penutup
  3. Jarum pentul
  4. Pipet tetes
  5. Larutan metilen blue

Cara Kerja

  1. Koreklah bagian dalam pipi menggunakan cotton budd atau spatula, kemudian oleskan di atas kaca preparat. Usahakan jangan sampai serat kapas cotton budd tertinggal pada kaca preparat!
  2. Teteskan dua tetes larutan metilen biru di atas olesan sampel preparat, lalu tutup dengan kaca penutup.
  3. Amati dengan mikroskop.
  4. Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut dengan kelompokmu!

Diskusi

  1. Bagaimana bentuk dan susunan sel pipi yang kalian amati?
  2. Dapatkah kalian mengamati nukleus sel pipi pada percobaan tersebut?
  3. Bagaimana bentuk umum sel itu?
  4. Gambar dan tuliskan bagian–bagian sel yang sedang kalian amati, misalnya membran sel, sitoplasma, protoplasma, dan nukleus!
  5. Jelaskan persamaan dan perbedaan yang terdapat pada sel bawang dengan sel mukosa pipi!

Hasil pengamatan

Bergantung pada cara kerja, pewarnaan, dan kualitas mikroskop, kira-kira hasil pengamatannya seperti ini.

epithel pipi

Epithel pipi, pewarnaan metilen blue, 100x. Tampak inti di tengah sel berwarna biru dan organel sel tidak tampak.

epithel pipi

Epithel pipi, pewarnaan metilen blue, 400x. Tampak inti di tengah sel berwarna biru dan organel sel tampak sebagai granula biru (bintik-bintik)

epithel pipi

Epithel pipi, tanpa pewarnaan, 600x. Tampak inti di tengah sel dan organel sel tampak sebagai granula (bintik-bintik)

Jawaban pertanyaan

  1. Bentuknya pipih lebar seperti sisik (squamosa) dengan inti di tengah.
  2. Bisa. Inti sel tampak berupa bulatan kecil di tengah sel berwarna biru karena pewarnaan metilen blue.
  3. Bentuk umumnya pipih dan tipis seperti sisik (squamosa)
  4. (silahkan kerjakan sendiri, hi hi hi …)
  5. Persamaan

    1. Pada pengamatan sel bawang merah dan sel mukosa pipi yang tampak jelas adalah inti sel.
    2. Organel sel tidak dapat teramati dengan jelas

    Perbedaan

    1. Sel bawang merah adalah sel tumbuhan, sel mukosa pipi adalah sel hewan
    2. Pada pengamatan sel bawang merah tampak jelas inti sel dan dinding sel. Sedangkan pengamatan sel mukosa pipi tampak jelas inti sel dan membran sel.
BACA INI

Mengamati sel-sel epidermis bawang merah

Posted by Dosso Sang Isahi On 20 comments

Tujuan

Mengamati struktur sel-sel epidermis pada bawang merah.

bawang merahAlat dan Bahan

  1. Mikroskop
  2. Kaca preparat
  3. Kaca penutup
  4. Jarum
  5. Tisu
  6. Pinset
  7. Pipet tetes
  8. Bawang merah
  9. Yodium/betadine

Cara Kerja

  1. epidermis bawang merahKupas lapisan epidermis yaitu siung dari bawang merah menggunakan pisau dan pinset! Cara yang gampang lihat gambar! Potonglah sebagian kecil bawang merah, kemudiah patahkan. Lepaskan lapisan epidermis yang tersisa.
  2. Letakkan di atas kaca preparat, beri setetes air, tutup dengan kaca penutup. Gunakan jarum bedah untuk menghilangkan gelembung udara pada preparat!
  3. Amatilah sel epidermis dengan mikroskop.
  4. Beri setetes larutan yodium untuk mewarnai sel dengan menggunakan teknik pengairan. (teteskan sedikit yodium pada bagian tepi kaca penutup, lalu buang kelebihannya dengan tisu)
  5. Gambar dan beri warna bagian–bagian sel seperti dinding sel, membran sel, sitoplasma, nukleus, dan vakuola sel!

Diskusi

  1. Bagaimanakah bentuk dan warna sel epidermis bawang merah yang sedang kalian amati?
  2. Organel apa saja yang dapat diamati pada sel epidermis bawang merah dalam pengamatan ini?

Hasil pengamatan

Bergantung pada cara kerja, kualitas dan kondisi mikroskop, serta teknik pewarnaannya, hasil pengamatan sel-sel epidermis bawang merah kira-kira seperti screenshot di bawah ini.

bawang merah, iodine, 100x

Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan yodium pada perbesaran 100x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel tidak tampak dengan perbesaran ini, atau hanya dengan pewarnaan yodium.

bawang merah, metilen blue, 400x

Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 400x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel yang masih mungkin tampak adalah vakuola. Organel sel lain tidak tampak hanya dengan pewarnaan ini.

bawang merah tidak diwarnai, 100x

Epidermis bawang merah tanpa pewarnaan pada perbesaran 100x. Organel sel dan inti tidak tampak tanpa pewarnaan.

bawang merah

Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 450x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain yang masih mungkin tampak adalah vakuola.

BACA INI

Alat-alat laboratorium

Posted by Dosso Sang Isahi On 2 comments

Mungkin Anda pernah bingung dengan suatu nama alat laboratorium, tetapi ketika melihat ujudnya Anda bilang,”Oalah, itu to?”.

Anak SMA paling sering menderita penyakit seperti itu. Untuk mengingatkan kembali, silahkan melihat-lihat gambar berikut supaya Anda mengenal dengan baik beberapa alat-alat laboratorium yang umum.

Alat-alat laboratorium

Alat-alat laboratorium

BACA INI

Contoh format laporan praktikum Biologi

Posted by Dosso Sang Isahi On 15 comments

Menulis laporan praktikum Biologi, sebenarnya merupakan dasar berlatih menulis laporan penelitian. Jadi sebaiknya dalam membuat laporan dibiasakan menggunakan format yang lengkap dan formal, mulai dari latarbelakang masalah hingga penarikan kesimpulan.

Sayangnya para siswa masih sering bingung dengan format laporan praktikum yang harus diserahkan kepada guru mereka. Apalagi jika sang guru tidak memberi contoh atau menginstruksikan mengenai format pembuatan laporan. Alhasil laporan praktikum hanya berupa selembar kertas yang berisi catatan pengamatan dan jawaban atas soal yang diberikan.

Dengan sedikit upaya siswa bisa memperoleh nilai yang lebih bagus jika laporan praktikum dibuat  menggunakan format formal dengan layout yang baik. Jadi, meskipun guru tidak memberi informasi apa pun mengenai format laporan, tetap buatlah laporan praktikum dengan format resmi menurut tatacara penulisan ilmiah. Ini akan membuat laporan Anda berbeda dari yang lain.

Berikut ini contoh format laporan praktikum Biologi yang menurut saya baik dan lengkap. Silahkan simak dan sesuaikan dengan tema praktikum Anda.

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).

… dst …

Latarbelakang berisi dasar teori singkat yang berisi penjelasan ringkas mengenai konsep yang relevan/berhubungan dengan tema praktikum, atau sesuatu yang mendorong mengapa kamu melakukan praktikum tersebut.

1.2 Tujuan

Tujuan percobaan tentang fotosintesis ini adalah untuk:

  1. membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2)
  2. mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis
  3. mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda

… dst …

Tujuan berisi konsep yang apa diuji atau yang ingin diketahui atau hasil yang diharapkan dalam praktikum.

BAB II

METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum fotosintesis ini berlangsung pada hari Senin tanggal 15 … dst …

2.2 Alat dan Bahan

Alat – alat yang digunakan dalam praktikum tentang fotosintesis ini adalah beaker glass, corong kaca, tabung reaksi, cawan petri, lampu spiritus/kompor, … dst …

2.3 Prosedur kerja

Fotosintesis

1. Dimasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm … dst …

Metode praktikum berisi tentang uraian prosedur kerja, alat dan bahan, waktu pelaksanaan praktikum, tim/kelompok praktikum dsb.

… dst …

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Hasil Pengamatan

Data hasil pengamatan berisi catatan hasil praktikum. Data yang dicatat bisa berupa data numerik (angka) atau pengamatan terhadap suatu peristiwa. Untuk mempermudah biasanya dituangkan dalam bentuk tabel.

3.2 Pembahasan

Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, … dst …

Pembahasan berisi tentang uraian hasil praktikum. Pembahasan ini umumnya bisa dipermudah dengan mensinkronkan antara hasil eksperimen dengan teori. Tidak masalah jika hasil praktek sesuai dengan teori. Yang jadi persoalan bila hasil praktikum tidak sesuai dengan teori. Kasus ini sering disebut dengan anomali praktikum.

Untuk menghindari masalah ini rancanglah prosedur percobaan dengan baik dan cermat. Selain itu Anda juga harus memahami benar mengenai variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, serta faktor lain yang kiranya bisa menyebabkan munculnya anomali tersebut.

Untuk lebih jelas lagi silahkan baca di sini.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah … dst …

Kesimpulan berisi penegasan konsep hasil praktikum secara singkat, dan disesuaikan dengan tujuan praktikum dengan berlandaskan hasil eksperimen. Jika tujuan praktikum ada lima item misalnya, maka kesimpulan bisa ditarik berdasarkan setiap item tujuan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Berisi daftar literatur yang digunakan sebagai acuan dasar teori. Anda boleh mencantumkan sumber apa saja di sini, mulai buku, laporan ilmia, maupun artikel pada suatu situs tertentu. Semakin banyak literatur yang relevan dan berkualitas, maka dasar teori Anda semakin bagus.

Jika ada pertanyaan, tambahan, atau koreksi, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga berguna.

BACA INI

Mengenal mikroskop elektron

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

mikroskop elektronPada tahun 1920 ditemukan suatu fenomena di mana elektron yang dipercepat dalam suatu kolom elektromagnet, dalam suasana hampa udara (vakum) berkarakter seperti cahaya, dengan panjang gelombang yang 100.000 kali lebih kecil dari cahaya. Selanjutnya ditemukan juga bahwa medan listrik dan medan magnet dapat berperan sebagai lensa dan cermin seperti pada lensa gelas dalam mikroskop cahaya. Kedua penemuan inilah yang merupakan dasar penciptaan mikroskop elektron. Artikel ini menjelaskan tentang mengenal mikroskop elektron.

Ernst Ruska Ernst Ruska (1906 – 1988) and Bodo von Borries (1905 – 1956)

Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska bersama rekannya, Bodo von Borries, menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931. Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986.

Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu). Mikroskop transmisi eletron saat ini telah mengalami peningkatan kinerja hingga mampu menghasilkan resolusi hingga 0,1 nm (atau 1 angstrom) atau sama dengan pembesaran sampai satu juta kali.

Meskipun banyak bidang-bidang ilmu pengetahuan yang berkembang pesat dengan bantuan mikroskop transmisi elektron ini, namun adanya persyaratan bahwa obyek yang diamati harus setipis mungkin, membuat sebagian peneliti tidak terpuaskan, terutama yang memiliki obyek yang tidak dapat dibuat setipis mungkin. Dalam perkembangannya masalah ini terpecahkan dengan ditemukannya sebuah alat yang disebut mikrotom. Dengan alat ini spesimen bisa disayat dengan sangat tipis.

Pembuatan preparat untuk mikroskop elektron

Agar pengamat dapat mengamati preparat dengan baik, diperlukan persiapan sediaan preparat. Prinsip penyediaan preparat untuk mikroskop elektron adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan fiksasi : bertujuan untuk mematikan sel tanpa mengubah struktur sel yang akan diamati. Fiksasi dapat dilakukan dengan menggunakan senyawa glutaraldehida atau osmium tetroksida.
  2. Pembuatan sayatan : bertujuan untuk memotong spesimen hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. Preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian, karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Hasilnya, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Sayatan yang telah terbentuk diletakkan di atas cincin berpetak untuk diamati.
  3. Pelapisan/pewarnaan : bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Pelapisan/pewarnaan dapat menggunakan logam berat seperti uranium dan timbal.

Jenis-jenis mikroskop elektron

Ada banyak macam mikroskop elektron dengan cara kerja yang berbeda pula. Berikut ini adalah jenis mikroskop elektron yang biasa digunakan saat ini.

Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)

Scanning Transmission Electron Microscopy (STEM) adalah merupakan salah satu tipe yang merupakan hasil pengembangan dari Transmission Electron Microscopy (TEM).

Pada sistem STEM ini, electron menembus spesimen namun sebagaimana halnya dengan cara kerja SEM. Optik elektron terfokus langsung pada sudut yang sempit dengan memindai obyek menggunakan pola pemindaian dimana obyek tersebut dipindai dari satu sisi ke sisi lainnya (raster) yang menghasilkan lajur-lajur titik (dots) yang membentuk gambar seperti yang dihasilkan oleh CRT pada televisi / monitor.

Mikroskop Pemindai Elektron (SEM)

Scanning Electron Microscopy (SEM) digunakan untuk mengamati detil permukaan sel atau struktur mikroskopik lainnya, dan dan mampu menampilkan pengamatan obyek secara tiga dimensi.

Tidak diketahui secara persis siapa sebenarnya penemu mikroskop pemindai elektron ini. Publikasi pertama kali yang mendiskripsikan teori SEM adalah fisikawan Jerman Dr. Max Knoll pada 1935, meskipun fisikawan Jerman lainnya Dr. Manfred von Ardenne mengklaim dirinya telah melakukan penelitian suatu fenomena yang kemudian disebut SEM hingga tahun 1937. Mungkin karena itu, tidak satu pun dari keduanya mendapatkan hadiah nobel untuk penemuan itu.

Pada 1942 tiga orang ilmuwan Amerika yaitu Dr. Vladimir Kosma Zworykin, Dr. James Hillier, dan Dr. Snijder, membangun sebuah mikroskop elektron metode pemindaian (SEM) dengan resolusi hingga 50 nm atau magnifikasi 8.000 kali. Sebagai perbandingan SEM modern sekarang ini mempunyai resolusi hingga 1 nm atau pembesaran 400.000 kali. Mikroskop elektron ini memfokuskan sinar elektron (electron beam) di permukaan obyek dan mengambil gambarnya dengan mendeteksi elektron yang muncul dari permukaan obyek.

cara kerja mikroskop elektronCara terbentuknya gambar pada SEM berbeda dengan apa yang terjadi pada mikroskop optic dan TEM. Pada SEM, gambar dibuat berdasarkan deteksi elektron baru (elektron sekunder) atau elektron pantul yang muncul dari permukaan sampel ketika permukaan sampel tersebut dipindai dengan sinar elektron. Elektron sekunder atau elektron pantul yang terdeteksi selanjutnya diperkuat sinyalnya, kemudian besar amplitudonya ditampilkan dalam gradasi gelap-terang pada layar monitor CRT (cathode ray tube). Di layar CRT inilah gambar struktur obyek yang sudah diperbesar bisa dilihat. Pada proses operasinya, SEM tidak memerlukan sampel yang ditipiskan, sehingga bisa digunakan untuk melihat obyek dari sudut pandang 3 dimensi.

Mikroskop Elektron Pemindai Lingkungan (ESEM)

Environmental Scanning Electron Microscope (ESEM) ini merupakan pengembangan dari SEM, yang dikembangkan guna mengatasi obyek pengamatan yang tidak memenuhi syarat sebagai obyek TEM maupun SEM.

Obyek yang tidak memenuhi syarat seperti ini biasanya adalah spesimen alami yang ingin diamati secara detil tanpa merusak atau menambah perlakuan yang tidak perlu terhadap obyek, yang apabila menggunakat alat SEM konvensional perlu ditambahkan beberapa trik yang memungkinkan hal tersebut bisa terlaksana.

Teknologi ESEM ini dirintis oleh Gerasimos D. Danilatos, seorang kelahiran Yunani yang bermigrasi ke Australia pada akhir tahun 1972 dan memperoleh gelar Ph.D dari Universitas New South Wales (UNSW) pada tahun 1977 dengan judul disertasi Dynamic Mechanical Properties of Keratin Fibres .

Dr. Danilatos dikenal sebagai pionir dari teknologi ESEM, yang merupakan suatu inovasi besar bagi dunia mikroskop elektron serta merupakan kemajuan fundamental dari ilmu mikroskopi.

Deengan teknologi ESEM ini dimungkinkan bagi seorang peneliti untuk meneliti sebuah objek yang berada pada lingkungan yang menyerupai gas yang betekanan rendah (low-pressure gaseous environments) misalnya pada 10-50 Torr serta tingkat humiditas diatas 100%. Dalam arti kata lain ESEM ini memungkinkan dilakukannya penelitian obyek baik dalam keadaan kering maupun basah.

Sebuah perusahaan di Boston yaitu Electro Scan Corporation pada tahun 1988 (perusahaan ini diambil alih oleh Philips pada tahun 1996- sekarang bernama FEI Company) telah menemukan suatu cara guna menangkap elektron dari obyek untuk mendapatkan gambar dan memproduksi muatan positif dengan cara mendesain sebuah detektor yang dapat menangkap elektron dari suatu obyek dalam suasana tidak vakum sekaligus menjadi produsen ion positif yang akan dihantarkan oleh gas dalam ruang obyek ke permukaan obyek. Beberapa jenis gas telah dicoba untuk menguji teori ini, di antaranya adalah beberapa gas ideal dan gas lain. Namun, yang memberikan hasil gambar yang terbaik hanyalah uap air. Untuk sample dengan karakteristik tertentu uap air kadang kurang memberikan hasil yang maksimum.

Mikroskop refleksi elektron (REM)

Reflection Electron Microscope (REM), adalah mikroskop elektron yang memiliki cara kerja yang serupa dengan cara kerja TEM, namun sistem ini menggunakan deteksi pantulan elektron pada permukaan objek. Tehnik ini secara khusus digunakan dengan menggabungkannya dengan tehnik refleksi difraksi elektron energi tinggi (Reflection High Energy Electron Diffraction) dan tehnik Refleksi pelepasan spektrum energi tinggi (reflection high-energy loss spectrum - RHELS)

Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM)

Spin-Polarized Low-Energy Electron Microscopy (SPLEEM) ini adalah merupakan Variasi lain yang dikembangkan dari teknik yang sudah ada sebelumnya, dan digunakan untuk melihat struktur mikro dari medan magnet.

Pembuatan film dengan mikroskop ESEM

Dengan melakukan penambahan peralatan video maka pengamat dapat melakukan pengamatan dengan mikroskop elektron secara terus menerus pada obyek yang hidup.

Sebuah perusahaan film dari Perancis bahkan berhasil merekam kehidupan makhluk kecil dan memfilmkannya secara nyata. Dari beberapa film yang dibuat, film berjudul Cannibal Mites memenangkan beberapa penghargaan di antaranya Edutainment Award (Jepang 1999), Best Scientific Photography Award (Perancis 1999), dan Grand Prix Best Popular and Informative Scientific Film (Perancis 1999). Film ini ditayangkan juga di stasiun televisi Zweites Deutsches Fernsehen Jerman, Discovery Channel di AS dan Britania Raya. Kini perusahaan yang sama tengah menggarap film seri berjudul "Fly Wars" yang rata-rata memakai sekitar lima menit pengambilan gambar dengan ESEM Pada film tersebut dapat dilihat dengan detail setiap lembar bulu yang dimiliki lalat dalam pertempurannya.

Source: rewrite from Wikipedia

BACA INI