Mungkin Anda pernah bingung dengan suatu nama alat laboratorium, tetapi ketika melihat ujudnya Anda bilang,”Oalah, itu to?”.
Anak SMA paling sering menderita penyakit seperti itu. Untuk mengingatkan kembali, silahkan melihat-lihat gambar berikut supaya Anda mengenal dengan baik beberapa alat-alat laboratorium yang umum.


Menulis laporan praktikum Biologi, sebenarnya merupakan dasar berlatih menulis laporan penelitian. Jadi sebaiknya dalam membuat laporan dibiasakan menggunakan format yang lengkap dan formal, mulai dari latarbelakang masalah hingga penarikan kesimpulan.
Sayangnya para siswa masih sering bingung dengan format laporan praktikum yang harus diserahkan kepada guru mereka. Apalagi jika sang guru tidak memberi contoh atau menginstruksikan mengenai format pembuatan laporan. Alhasil laporan praktikum hanya berupa selembar kertas yang berisi catatan pengamatan dan jawaban atas soal yang diberikan.
Dengan sedikit upaya siswa bisa memperoleh nilai yang lebih bagus jika laporan praktikum dibuat menggunakan format formal dengan layout yang baik. Jadi, meskipun guru tidak memberi informasi apa pun mengenai format laporan, tetap buatlah laporan praktikum dengan format resmi menurut tatacara penulisan ilmiah. Ini akan membuat laporan Anda berbeda dari yang lain.
Berikut ini contoh format laporan praktikum Biologi yang menurut saya baik dan lengkap. Silahkan simak dan sesuaikan dengan tema praktikum Anda.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun.Jadi fotosintesis dapat diartikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu pigmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum mempunyai panjang gelombang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda (Salisbury, 1995).
… dst …
Latarbelakang berisi dasar teori singkat yang berisi penjelasan ringkas mengenai konsep yang relevan/berhubungan dengan tema praktikum, atau sesuatu yang mendorong mengapa kamu melakukan praktikum tersebut.
1.2 Tujuan
Tujuan percobaan tentang fotosintesis ini adalah untuk:
- membuktikan bahwa dalam fotosintesis dihasilkan oksigen (O2)
- mengamati pengaruh cahaya dan CO2 terhadap pembentukan oksigen pada proses fotosintesis
- mengetahui ada tidaknya simpanan amilum dalam jaringan daun yang diberi perlakuan cahaya matahari berbeda
… dst …
Tujuan berisi konsep yang apa diuji atau yang ingin diketahui atau hasil yang diharapkan dalam praktikum.
BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan Tempat
Praktikum fotosintesis ini berlangsung pada hari Senin tanggal 15 … dst …
2.2 Alat dan Bahan
Alat – alat yang digunakan dalam praktikum tentang fotosintesis ini adalah beaker glass, corong kaca, tabung reaksi, cawan petri, lampu spiritus/kompor, … dst …
2.3 Prosedur kerja
Fotosintesis
1. Dimasukkan beberapa cabang Hydrilla verticillata yang sehat sepanjang kira-kira 15 cm … dst …
Metode praktikum berisi tentang uraian prosedur kerja, alat dan bahan, waktu pelaksanaan praktikum, tim/kelompok praktikum dsb.
… dst …
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data Hasil Pengamatan
Data hasil pengamatan berisi catatan hasil praktikum. Data yang dicatat bisa berupa data numerik (angka) atau pengamatan terhadap suatu peristiwa. Untuk mempermudah biasanya dituangkan dalam bentuk tabel.
3.2 Pembahasan
Pada percobaan tentang proses fotosintesis, Hydrilla verticillata dengan panjang yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam corong kaca yang ditutup dengan tabung reaksi dan kemudian ke dalam beaker glass yang berisi air sampai penuh, apabila dilakukan perlakuan dengan memberikan cahaya pada Hydrilla verticillata tersebut akan menghasilkan gelembung udara yang banyak, … dst …
Pembahasan berisi tentang uraian hasil praktikum. Pembahasan ini umumnya bisa dipermudah dengan mensinkronkan antara hasil eksperimen dengan teori. Tidak masalah jika hasil praktek sesuai dengan teori. Yang jadi persoalan bila hasil praktikum tidak sesuai dengan teori. Kasus ini sering disebut dengan anomali praktikum.
Untuk menghindari masalah ini rancanglah prosedur percobaan dengan baik dan cermat. Selain itu Anda juga harus memahami benar mengenai variabel bebas, variabel terikat, variabel kontrol, serta faktor lain yang kiranya bisa menyebabkan munculnya anomali tersebut.
Untuk lebih jelas lagi silahkan baca di sini.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Fotosintesis adalah suatu proses metabolisme dalam tanaman untuk membentuk karbohidrat dengan memakai karbondioksida (CO2) dari udara dan air (H2O) dari dalam tanah … dst …
Kesimpulan berisi penegasan konsep hasil praktikum secara singkat, dan disesuaikan dengan tujuan praktikum dengan berlandaskan hasil eksperimen. Jika tujuan praktikum ada lima item misalnya, maka kesimpulan bisa ditarik berdasarkan setiap item tujuan praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi daftar literatur yang digunakan sebagai acuan dasar teori. Anda boleh mencantumkan sumber apa saja di sini, mulai buku, laporan ilmia, maupun artikel pada suatu situs tertentu. Semakin banyak literatur yang relevan dan berkualitas, maka dasar teori Anda semakin bagus.
Jika ada pertanyaan, tambahan, atau koreksi, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga berguna.
Sering para siswa SMA masih bingung jika dihadapkan pada pertanyaan mengenai disain praktikum. Sebenarnya disain praktikum ini merupakan penerapan tentang konsep langkah-langkah pemecahan masalah secara ilmiah. Di perguruan tinggi mata kuliahnya sering disebut Metodologi Penelitian. Artikel singkat ini membahas tentang dasar-dasar pelaksanaan praktikum Biologi.
Supaya lebih gampang memahaminya, saya mengambil contoh tentang praktikum mengenai pertumbuhan kecambah.
Dasar-dasar pelaksanaan praktikum Biologi
Semisal Anda ingin mencoba meneliti pengaruh pemberian pupuk terhadap pertumbuhan biji kacang hijau. Perubahan kondisi yang akan diamati adalah kecepatan pertumbuhan/perkecambahan biji kacang hijau, dengan membandingkan kecepatan pertumbuhan antara perkecambahan biji yang diberi pupuk dengan perkecambahan biji yang tidak diberi pupuk.
Anda dapat merumuskan suatu masalah, misalnya: '”Adakah pengaruh pupuk terhadap kecepatan perkecambahan biji kacang hijau?” Dari rumusan masalah ini kemudian bisa disusun hipotesis (dugaan sementara) misalnya: “Ada pengaruh pemberian pupuk terhadap kecepatan perkecambahan biji kacang hijau”. Setelah menyusun rumusan masalah dan hipotesis, barulah melaksanakan eksperimen.
Biasanya, setelah Anda merumuskan masalah, langkah berikutnya sebelum menyusun hipotesis dan melakukan eksperimen adalah mencari informasi atau literatur yang berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan masalah yang hendak dipecahkan. Misalnya saja Anda mencari literatur tentang pupuk, tentang tanaman kacang hijau, tentang proses perkecambahan, dan sebagainya. Langkah ini merupakan bagian observasi untuk mencari data.
Untuk melakukan eksperimen dengan contoh di atas, alat dan bahan utama yang diperlukan adalah biji kacang hijau, pot, tanah, pupuk, air, cetok, timbangan, sendok, gelas/mangkuk, dll. Silahkan tentukan sendiri.
Menentukan variabel dalam eksperimen
Hal penting dalam persiapan metodologis untuk menguji hipotesis penelitian adalah mengidentifikasi variabel-variabel apa saja yang terlibat. Semakin sederhana suatu rancangan penelitian maka semakin sedikit variabel-variabel yang terlibat, begitu juga sebaliknya.
Secara garis besar, variabel penelitian terbagi menjadi variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas ialah variabel penelitian yang berupa perlakuan yang dikenakan terhadap sampel eksperimen. Pada contoh ini variabel bebasnya adalah pemberian pupuk, termasuk pula perbedaan konsentrasi pupuk yang diberikan.
Variabel terikat ialah variabel penelitian berupa kejadian atau hasil yang muncul akibat variabel bebas. Pada kasus ini variabel terikatnya adalah kecepatan perkecambahan biji kacang hijau.
Agar lebih jelas cermatilah tabel berikut, bandingkan dengan rumusan masalah yang telah dibuat di atas.
| Pertanyaan | Variabel Bebas | Kata Penghubung | Variabel Terikat | Objek |
| Adakah pengaruh | pemberian pupuk | terhadap | kecepatan perkecambahan | biji kacang hijau |
Selain kedua variabel di atas, biasanya ada satu variabel lagi yang disebut variabel kontrol. Variabel kontrol adalah segala faktor pada suatu disain eksperimen yang harus dibuat sama. Jika dalam suatu eksperimen akan dibuktikan pengaruh pupuk, maka pengaruh faktor lain harus dikendalikan, yaitu dengan cara memberikan faktor (variabel) pada semua kelompok perlakuan yang sama. Misalnya, pemberian air, besarnya pot, banyak tanah, jenis biji, cahaya matahari, dan sebagainya semuanya harus diperlakukan sama.
Mengapa harus begitu? Supaya hasil eksperimen menghasilkan data yang valid. Jika yang diteliti adalah pengaruh pupuk, maka hasil penelitian harus benar-benar menunjukkan pengaruh pupuk, dan bukan karena pengaruh faktor lain. Jadi ini untuk menghindari kesalahan yang tidak disengaja.

Setelah pelaksanaan eksperimen umpamanya saja Anda memiliki data seperti tabel berikut ini.
| Konsentrasi pupuk | Biji A (mm) | Biji B (mm) | Biji C (mm) | Rata-rata (mm) |
| 0% | 2 | 3 | 4 | 3 |
Dari data yang telah dicatat tersebut, selanjutnya Anda akan membuat suatu uraian berupa analisa data atau diskusi mengenai eksperimen yang telah dilakukan, termasuk didalamnya membuat grafik yang menunjukkan perbedaan pertumbuhan kecambah biji kacang hijau karena perbedaan konsentrasi pupuk.
Dalam analisa data ini pula Anda harus menjawab atau membuat penjelasan jika terdapat anomali (keanehan data yang tidak sesuai teori). Misalnya saja ada data yang menunjukkan kecepatan pertumbuhan kecambah yang sama padahal diberi konsentrasi pupuk yang berbeda. Bukankah ini aneh?
Terus terang saja kasus kemunculan anomali ini sering terjadi pada hasil praktikum para siswa. Lantas solusinya membuat penjelasannya bagaimana? Anda harus teliti kembali secara urut mulai langkah penentuan variabel hingga pelaksanaan eksperimen selesai. Adakah langkah-langkah yang keliru di sana? Lalu crosscheck kembali dengan teori literatur atau diskusikan dengan teman atau tutor Anda. Mau diskusi di blog ini juga boleh.
Sebagai langkah terakhir dari eksperimen ini adalah menarik kesimpulan. Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil dari eksperimen. Kemungkinan kesimpulan pertama, hipotesis ditolak jika dugaan sementara tidak sesuai dengan hasil eksperimen. Apabila hipotesis diterima, berarti dugaan sementara sesuai dengan hasil eksperimen.
Manakah hasil eksperimen yang baik, jika hipotesis ditolak atau diterima? Semua hasil eksperimen dikatakan baik jika dilakukan dengan prosedur secara ilmiah. Tidak jadi masalah apakah hasil eksperimen mendukung hipotesis atau tidak. Yang lebih penting adalah apakah Anda sudah merancang langkah-langkah eksperimen tersebut berdasar prosedur ilmiah. Karena berdasar prosedur itulah suatu penelitian ilmiah layak dipercaya atau tidak.
Nah, jika Anda bisa melaksanakan langkah-langkah yang diuraikan di atas sebenarnyalah Anda telah melakukan metode ilmiah yang urutannya seperti ini:
- Merumuskan masalah
- Melakukan observasi
- Menyusun hipotesis
- Melaksanakan eksperimen
- Menarik kesimpulan