KAMU PERLU TAMPIL BEDA

propolis bioraja
Showing posts with label Penelitian Terbaru. Show all posts
Showing posts with label Penelitian Terbaru. Show all posts

Ternyata manusia bisa melihat medan magnet bumi

Posted by Dosso Sang Isahi On 3 comments

Tanpa disadari, sebenarnya manusia bisa melihat medan magnet bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome (rtinya : warna yang tersembunyi) terdapat pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet bumi untuk melakukan navigasi.

molekul cryptochrome

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni. Para peneliti sebelumnya mengira cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Dugaan ini sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan mencangkokkannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet.

Sayangnya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts.

Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas. Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah.

Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut maka kita bisa mengucapkan selamat tinggal pada GPS.

Source : forumsains.com

BACA INI

Katak ini bisa mendengar melalui mulutnya

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

Katak Gardiner Seychelles bukan cuma salah satu amfibi terkecil di dunia, namun juga salah satu hewan yang unik. Katak ini tidak punya telinga, namun bisa mendengar.

Kok bisa ya?

Katak Gardiner Seychelles bisa mendengar dengan cara yang berbeda dibanding hewan pada umumnya. Ia tidak memiliki alat pendengaran berupa membran timfani dan tulang pendengaran, sedangkan jenis katak lain memiliki membran timfani yang langsung terdapat di bawah kulit.

GardinersFrog

Sebuah tim peneliti dari berbagai universitas di Perancis menguji jangkauan pendengaran Seychelles. Mereka menempatkan katak tersebut di sebuah ruangan, kemudian melalui sebuah speaker diputarkan suara panggilan katak yang telah direkam sebelumnya. Ternyata katak itu menanggapi panggilan tersebut. Jadi ini menandakan ia bisa mendengar.

Anehnya ketika para ilmuwan tersebut meneliti melalui foto sinar X, diketahui bahwa tulang-tulang katak tersebut juga tidak bisa menghantar suara atau getaran seperti tulang manusia. Untuk diketahui bahwa tulang manusia bisa menghantarkan suara. Gak percaya? Coba garuk kepala kamu, dan kamu akan mendengar suara garukan itu.

Akhirnya para ilmuwan tersebut menebak: mungkin katak tersebut bisa mendengar dengan mengarahkan getaran suara melalui mulutnya dan disalurkan ke telinga dalam yang berupa sebuah rongga dalam tulang tengkoraknya, dimana getaran suara tersebut akhirnya bergema.

Untuk membuktikannya dilakukan sebuah simulasi (sayangnya tidak dijelaskan gimana simulasinya), dan ternyata dugaan itu benar. Katak itu memang mendengar dengan cara tersebut.

Katak Seychelles ini hanya dapat ditemukan di beberapa pulau di Seychelles, sebuah tempat di lepas pantai Madagaskar. Diduga, mekanisme pendengaran katak tersebut merupakan hasil evolusi karena tempat hidupnya yang sangat terpencil, sehingga jarang mendengar suara. Ini sesuai dengan teori “use and disuse” menurut Lamarck bahwa organ yang jarang atau tidak pernah digunakan lama-lama akan mengecil (rudimenter) atau menghilang.

BACA INI

Penemuan lapisan baru kornea mata manusia

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

Ilmuwan dari Universitas Nottingham telah mengungkapkan penemuan baru yang luar biasa, tentang penemuan lapisan baru dari kornea mata manusia. Penemuan lapisan baru kornea mata manusia ini sangat membantu dokter mata untuk melakukan pemulihan gangguan kornea saat operasi.

cornea

Kornea adalah bagian depan mata yang transparan, dan menutupi bagian iris, pupil, serta bagian ruang depan mata. Kornea bertindak seperti lensa dengan melakukan refraksi dan menempatkan bayangan pada lapisan retina sehingga kita bisa melihat dengan jelas.

Lapisan baru kornea mata manusia tersebut memiliki ketebalan 15 mikron sehingga hampir tak terlihat. Sebelumnya diketahui ketebalan keseluruhan kornea mata adalah 550 mikron. Penemuan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kornea sehingga bisa ditemukan solusi terbaik bagi banyak penderita gangguan kornea.

BACA INI

Ditemukan fosil serbuk sari berusia 100 juta tahun

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

Ilmuwan telah menemukan fosil batuan amber yang di dalamnya terdapat serangga betina kecil yang disebut ‘thrips’. Ketika fosil serangga tersebut diteliti lebih jauh, ternyata terdapat serbuk sari di atasnya. Fosil serangga tersebut diperkirakan berusia 100 juta tahun. Jadi diperkirakan serbuk sari tersebut berumur sama.

Selama akhir periode Creta (Cretaceous Period) yang berhubungan dengan perkiraan waktu penemuan fosil tersebut, diduga tumbuhan berbunga mulai melakukan diversifikasi (pengembangan berbagai spesies), terutama menggantikan kelompok konifer yang mendominasi pada jaman itu.

Menurut Carmen Soriano, peneliti yang menemukan fosil tersebut, ini adalah proses penyerbukan paling tua yang pernah diketahui dan satu-satunya pada jaman dinosaurus. Co-evolusi dari tanaman berbunga dan insekta ini merupakan contoh kisah sukses proses evolusi.

Batuan amber yang mengandung serangga tersebut ditemukan di sebuah situs di utara Spanyol dan berhasil dimunculkan fotonya dengan teknik synchrotron di European Synchrotron Radiation Facility (ESRF) di Grenoble, Perancis. Penemuan ini sekaligus merupakan penemuan dua spesies thrips yang dinamai Gymnospollisthrips major dan G. minor.

Serangga tersebut sangat kecil, panjangnya hanya 2 mili, terutama bila dibandingkan dengan hewan lain di jamannya yang rata-rata berukuran besar.

Perhatikan foto di atas. Tampak serbuk sari terdapat pada permukaan tubuh serangga. Menurut peneliti serbuk sari tersebut berasal dari kelompok tumbuhan Pakis Haji (Cycas)atau Ginko biloba yang masih ada hingga sekarang.

BACA INI

Antimateri sang Partikel Tuhan

Posted by Dosso Sang Isahi On 4 comments

Partikel antimateri adalah partikel sub-atom dengan sifat berlawanan dari partikel materi normal. Sebagai contoh, positron adalah setara dengan antipartikel dari elektron dan memiliki muatan positif. Ketika partikel dan antipartikel atau materi dengan antimateri bertemu, mereka musnah dan melepaskan sejumlah besar energi menurut persamaan terkenal Einstein E = mc2, di mana E sama dengan energi, m sama dengan massa, dan c adalah kecepatan cahaya.

Partikel antimateri dibuat dengan alat yang disebut Ultra High-speed Collisions. Dulu, pada saat-saat pertama setelah Big Bang, yang ada hanya energi. Ketika alam semesta mendingin, partikel materi dan antimateri terbentuk dalam jumlah yang sama.

Namun antimateri tidak didapati di alam semesta sekarang. Para ilmuwan tidak yakin mengapa. Satu teori mengatakan bahwa materi tercipta lebih awal daripada antimateri, sehingga setelah keduanya bertemu dan saling menghancurkan, yang tersisa adalah materi yang kemudian membentuk bintang-bintang, galaksi, dan bumi.

Fenomena antimateri pertama kali diprediksi pada tahun 1928 oleh fisikawan Inggris, Paul Dirac. Dialah yang pertama kali mengusulkan keberadaan antimateri ketika ia membuat turunan persamaan yang menjelaskan interaksi sebuah elektron dengan muatan negatif dan elektron dengan muatanan positif – itulah antipartikel. Prediksi tersebut kemudian dikonfirmasi dengan percobaan pada tahun 1932 oleh fisikawan Amerika Carl Anderson.

Angel and Demons

Dalam novel karya Dan Brown yang berjudul "Angels and Demons," sebuah masyarakat rahasia mencoba untuk menghancurkan Vatikan dengan menggunakan bom antimateri. Bom tersebut mampu bekerja dengan mempertemukan hanya 1 gram materi dengan 1 gram antimateri! Pertemuan ini mampu menimbulkan ledakan yang luar biasa hebat!

Jika Anda pernah membaca novel yang sudah diangkat ke layar lebar itu, Anda mungkin merasa lebih heran lagi bahwa fisikawan CERN di Swiss telah mampu menciptakan antimateri, dan mempertahankannya selama sekitar 16 menit! Bagaimana jika antimateri yang mereka buat kontak dengan materi lain? Apakah saling menghancurkan dan menjadi energi murni yang mampu menghancurkan dunia?

Tidak, kata Clara Moskowitz seorang fisikawan, penulis senior untuk SPACE.com. Memang benar bahwa ketika materi dan antimateri bertemu, mereka musnah dalam sebuah ledakan besar dan mengkonversi massa mereka menjadi energi. Tetapi dalam sejarah dunia, sampai saat ini kita hanya mampu menciptakan antimateri dalam jumlah yang sangat kecil. Diperlukan sejumlah besar antimateri untuk menghancurkan dunia. Dan itu pekerjaan yang tidak mungkin!

BACA INI

Mungkinkah Dinosaurus bisa dibangkitkan kembali?

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

Pernah menonton film Jurassic Park kan? Yah, sejak pertamakali diputar bertahun-tahun lalu, film fiksi ilmiah ini telah puluhan kali diputar oleh berbagai stasiun TV.

Di sana diceritakan tentang penemuan fosil nyamuk kuno yang terjebak dalam getah amber. Darah dinosaurus dari perut nyamuk diambil, lalu DNA-nya diekstrak, lantas dimasukkan ke dalam embrio buaya. Saat telur menetas, jadilah dinosaurus.

Ternyata saat ini para ilmuwan sangat mungkin membuat dinosaurus atau hewan yang menyerupai dinosaurus dalam waktu yang tidak lama lagi. Sayangnya, molekul-molekul DNA (deoxiribo nucleic acid), yaitu instruksi genetik untuk menciptakan kehidupan, ternyata selalu berubah dari waktu ke waktu.

Enam puluh lima juta tahun telah berlalu sejak dinosaurus yang terakhir terbang, berenang, dan berjalan Bumi, dan ternyata DNA-nya jarang tetap. Menurut Jack Horner, seorang ahli paleontologi dinosaurus terkenal di Montana State University, para ilmuwan sebenarnya tidak pernah benar-benar menemukan DNA dinosaurus. Jack dan rekan-rekannya telah menemukan jaringan halus dari Tyrannosaurus rex pada tahun 2005, tapi ternyata tidak mengandung bahan yang dapat digunakan.

Bahkan, jika suatu hari nanti memang benar-benar ditemukan DNA dinosaurus kuno, kemungkinan hanya akan ditemukan potongan kode beberapa pasangan basa nitrogen yang berantakan. Dengan demikian, sekuensi genom (penyusunan ulang DNA) dari fosil dinosaurus tidak memungkinkan suatu metode yang layak untuk membangkitkan mereka.

Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kelompok bekerja secara independen telah mampu membangunkan sekuensi DNA dinosaurus secara penuh di salah satu keturunan makhluk yang telah punah tersebut: ayam! Ya! Ayam sebenarnya merupakan keturunan dari dinosaurus, terutama dari jenis Tyrannosaurus and Velociraptor!

Para ilmuwan akhirnya mampu menumbuhkan ayam yang memiliki gigi, sisik, ekor, dan lengan depan. Singkatnya, mereka membuat sebuah "dinochicken," dan itu akan menjadi hal yang nyata.

Asal ceritanya begini. Pada tahun 2005, ahli biologi perkembangan John Fallon dan Matt Harris di University of Wisconsin bereksperimen dengan embrio ayam mutan (makhluk yang mengalami mutasi). Saat itu mereka melihat tonjolan aneh muncul dari rahang janin ayam. Tonjolan itu berbentuk gigi, dan ternyata identik dengan embrio buaya.

Pada embrio ayam mutan terdapat gen resesif yang menyebabkan kematian janin sebelum mereka lahir. Gen resesif ini telah ada pada ayam dalam kondisi dorman (tidak aktif) setidaknya lebih dari 70 juta tahun, dan ternyata merupakan keturunan gen gigi dinosaurus kuno!

Fallon dan Harris memodifikasi sebuah virus yang berperilaku mirip dengan gen resesif yang mematikan janin ayam mutan tersebut. Ketika mereka memasukkan virus ke dalam embrio ayam yang normal, tumbuhlah gigi.

Kemudian, seorang ahli paleontologi bernama Hans Larsson di McGill University menemukan bahwa pertumbuhan embrio ayam ternyata dimulai dari ekor. Pada titik tertentu dalam perkembangan anak ayam, ‘saklar genetik’ bekerja dan ekor menghilang.

Jadi berapa lama lagi para ilmuwan mampu menciptakan seekor dinochicken? Konon menurut Horner semua bergantung pada masalah dana. Jika masalah kanker saat ini belum terpecahkan, kemungkinan besar banyak orang berpikir bahwa membangkitkan dinosaurus adalah pekerjaan yang tak berguna.

BACA INI

Bahan bakar nabati dari Alga

Posted by Dosso Sang Isahi On 0 comments

Ganggang kuno yang ditemukan sebuah tim peneliti bisa menjadi sumber energi masa depan. Pasalnya, ganggang tersebut bisa memproduksi bahan bakar nabati secara mandiri. Hal ini dilaporkan oleh tim peneliti pimpinan Joe Chappell dari University of Kentucky College of Agriculture.


Botryococcus braunii

Chappell dan timnya menemukan spesies ganggang yang dinamakan Botryococcus braunii yang jejak kimianya, yang berupa minyak, berubah menjadi kepingan deposit batu bara dan minyak bumi. Organisme ini hidup di bumi sejak lebih dari 500 tahun lalu dan masih hidup hingga saat ini. "Perusahaan kimia dan petrokimia besar pun telah mempelajarinya," kata Chappell. Apabila para ilmuwan berhasil menangkap cetak biru genetis dari proses biosintesis minyak bernilai tinggi ini, mereka akan dapat mengembangkan gen untuk membuat produksi bahan bakar alternatif.

Saat ini, para ilmuwan berupaya mengisolasi gen yang diperlukan, melakukan karakterisasi sifat-sifat biokimia yang terdapat dalam gen itu, untuk selanjutnya membuat ragi yang bisa menghasilkan minyak bernilai tinggi ini.

Menurut profesor Tim Devarenne, salah satu anggota tim yang berasal dari Texas A&M University, studi ini berhasil mengenali mekanisme molekular pembentukan hidrokarbon yang tidak ditemui pada organisme lain. Studi ini juga membuka wawasan mengenai proses pembentukan hidrokarbon.

Sumber ://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/1558/ganggang-kuno-jadi-sumber-energi

BACA INI